Transfigurasi Yesus Mempersiapkan Para Murid (dan kita) untuk Memikul Salib

Willem van Herp - The Transfiguration of Christ (Wikimedia Commons)

Pada hari Minggu Prapaskah II (25/2/24), kita mendengarkan kisah Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Secara kronologis, peristiwa ini terjadi sesaat sebelum Yesus menuju ke Yerusalem untuk memikul salib-Nya.

Pada waktu itu, para murid belum memahami tujuan Yesus yang sesungguhnya, terbukit dari penolakan keras Petrus ketika Yesus mengatakan bahwa Ia harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, peristiwa Transfigurasi yang disaksikan oleh 3 murid-Nya ini bertujuan untuk meluruskan ekspektasi mereka yang keliru tentang sang Mesias.

Berdoa di Gereja Transfigurasi, Gn. Tabor - Tiberias (Foto: tourziarahkatolik.com)

"Untuk mengimani Kalvari-Nya, ketiga murid-Nya harus melihat kemuliaan yang bersinar melebihi skandal salib." -Ven. Fulton Sheen

Pada saat pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Mrk 1:11), dan suara dari awan ini terdengar lagi dalam peristiwa Transfigurasi: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia" (Mrk 9:7).

"Pada pembaptisan, suara dari surga itu ditujukan untuk Yesus sendiri; di atas bukit Transfigurasi ditujukan untuk para murid. Teriakan 'salibkan [Dia]' akan menjadi terlalu keras untuk telinga mereka jika mereka tidak tahu bahwa inilah tugas dari Sang Putra untuk menderita." -Ven. Fulton Sheen

Kita bisa melihat bagaimana efek dari peristiwa Transfigurasi ini melalui testimoni dari Petrus yang mengingat kembali peristiwa ini setelah Kebangkitan Yesus:

"...kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu" (2 Ptr 1:16-19)

Semoga peristiwa Transfigurasi yang kita kenang dalam perayaan Ekaristi di Minggu Prapaskah II ini pun menguatkan dan menerangi hati kita untuk melewati masa pertobatan ini dengan penuh harapan seperti menantikan fajar yang menyingsing.

Komentar

Postingan Populer