Penampakkan Bunda Maria yang Melindungi Umat Katolik di Vietnam

Rombongan peziarah berfoto di depan Minor Basilica Our Lady of La Vang yang masih dalam tahap pembangunan (Foto: tourziarahkatolik)

Vietnam, belakangan ini, menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat viral di media sosial karena keindahan alamnya dan juga beragam pilihan kuliner lokal yang memikat selera banyak orang.

Bagi umat Katolik, secara khusus, Vietnam tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga bisa menjadi rute peziarahan napak tilas ke tempat terjadinya mukjizat penampakkan Bunda Maria di negara komunis ini.

Setidaknya ada 2 kisah penampakkan Bunda Maria yang sampai saat ini dikenang dan dirayakan sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan Bunda Maria kepada kita anak-anaknya.

PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI LA VANG (1798)

Rombongan peziarah seusai merayakan Misa di La Vang (Foto: tourziarahkatolik)

Sejarah umat Katolik di Vietnam dimulai dari kedatangan para misionaris dari Eropa di abad ke-16, dan keberadaan serta pertumbuhan iman Katolik di warga lokal ini pun menimbulkan perlawanan dan penindasan dari Kaisar yang berkuasa pada saat itu karena dianggap sebagai bentuk pengaruh asing dalam perebutan kekuasaan.

Untuk menghindari penindasan yang semakin keras di tahun 1798, sekelompok umat Katolik pun mengungsi ke dalam sebuah hutan di provinsi Quang Tri, bagian utara Vietnam. Dalam pengungsian ini, mereka pun selalu berkumpul setiap malam di bawah sebuah pohon yang besar untuk berdoa Rosario bersama-sama.

Lalu, seiring berjalannya waktu, para pengungsi ini mulai kehabisan makanan dan obat untuk bertahan hidup di tengah hutan ini. Tiba-tiba pada suatu malam, saat mereka sedang berkumpul, muncullah sosok seorang perempuan yang mengenakan baju tradisional, Ao Dai, dan menggendong seorang anak laki-laki. Sosok perempuan ini pun didampingi oleh dua malaikat di sisinya, dan umat yang berkumpul meyakini bahwa ini adalah penampakkan Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus.

Dalam penampakkan ini, Bunda Maria menghibur dan menguatkan hati para pengungsi serta menyuruh mereka untuk merebus daun "Lá Vằng" yang bisa menjadi obat. Setelah situasi membaik dan mereka bisa pulang ke desa masing-masing, umat Katolik setempat tetap kembali ke hutan ini untuk berdoa dan mengenang peristiwa penampakkan Bunda Maria. Devosi ini pun terus berkembang dan tempat ini diberi nama La Vang sesuai dengan isi pesan Bunda Maria.

Berfoto di depan sisa bangunan Basilica pertama yang hancur karena serangan bom di tahun 1972 (Foto: tourziarahkatolik)

Hingga saat ini, La Vang menjadi pusat devosi Bunda Maria bagi umat Katolik di Vietnam dan setiap tahun ada perayaan yang meriah di La Vang pada tanggal 15 Agustus. Tidak hanya dari umat lokal dan Uskup setempat, devosi kepada Bunda Maria dari La Vang ini juga mendapat dukungan dan affirmasi dari banyak Paus seperti Paus Yohanes XXIII, Paus Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI, hingga Paus Fransiskus saat ini.

PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI TRA KIEU (1885)

Merayakan Misa di Gereja Our Lady of Tra Kieu (Foto: tourziarahkatolik)

Hampir 100 tahun setelah peristiwa di La Vang, penindasan terhadap umat Katolik di Vietnam masih terjadi sebagai imbas dari pertikaian politik dan perebutan kekuasaan antara gerakan anti kolonialisme dan para kolonial dari Prancis. Salah satu lokasi strategis yang menjadi area konflik di tahun 1885 adalah perbukitan di Tra Kieu, daerah Vietnam tengah, dekat kota Da Nang.

Di perbukitan ini terdapat sebuah Gereja Katolik yang menjadi target tembakan meriam dari tentara anti kolonialisme, dan menurut pengakuan salah satu tentara yang mengarahkan meriam ini ada sosok seorang perempuan berjubah putih yang berdiri di atas atap Gereja. Tembakan meriam yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari Gereja ini pun tidak ada satupun yang berhasil jatuh di sasaran tembaknya. Imam dan umat setempat yang menyaksikan penampakkan ini meyakini bahwa sosok perempuan berjubah putih ini adalah Bunda Maria.

Patung devosi Our Lady of Tra Kieu (Foto: tourziarahkatolik)

Sejak saat itu, Gereja di Tra Kieu ini menjadi tempat devosi dan peziarahan untuk mengenang perlindungan Bunda Maria yang digambarkan dalam bentuk patung Bunda Maria yang berdiri di atas Gereja.

Lokasi Gereja yang saat ini dikunjungi peziarah bukanlah lokasi Gereja yang original di tahun 1885 tadi. Namun, kita masih bisa melihat bangunan Gereja itu dari atas bukit Gereja Tra Kieu saat ini.

PENYERTAAN BUNDA MARIA KEPADA GEREJA

Gereja Katolik selalu meyakini bahwa Bunda Maria, layaknya seorang ibu, akan terus menemani anak-anaknya hingga kita semua bisa pulang dengan selamat ke rumah abadi kita di surga nanti, dan peristiwa-peristiwa mukjizat penampakkan seperti ini adalah bentuk nyata perhatian dan penyertaan Bunda Maria dalam hidup kita di dunia ini.

Komentar

Postingan Populer